Skip to content

Pengalaman Buruk Bersama Pakan Puyuh Cargil (QL)

Sejak enam bulan lalu, rekomendasi teman sesama peternak puyuh merekomendasikan untuk menggunakan QL (Quail Layer) buatan Cargil Indonesia.   Hasilnya memang tidak mengecewakan.  Dari beberapa kandang yang mendapatkan pakan Cargil ini, produktifitas meningkat tajam.  Yang tadinya enggan bertelur, mulai menunjukkan produktifitas yang baik.  Bahkan, pada beberapa kejap bisa bertelur 100% dalam beberapa hari.  Secara rata-rata kisarannya antara 85-95% dalam periode minggu.  Karena itu, saya tak ragu untuk mengoptimasikan penggunaan QL untuk pakan puyuh sehari-hari. Baca selanjutnya…

Iklan

Pengalaman Mengoplos Pakan Pabrik Untuk Puyuh Petelur

Pengantar.

Menggunakan pakan pabrik sepertinya sebuah keniscayaan.  Mau atau tidak.  Pakan buatan sendiri tidak pernah sebagus hasil dari pakan pabrik.  Ini yang saya alami bertahun-tahun.  Saya gunakan pakan QL (Quail Layer) khusus untuk puyuh buatan Cargil, buatan pabrik yang memang harganya selangit. Namun, mengoplos pakan pabrik juga sebuah kebutuhan yang tak terhindari.  Baca selanjutnya…

Duh, Keproduktifan Puyuh Bertelur Jatuh Bebas !

Seperti berlari di bukit yang menurun, puyuh petelurku setiap hari mengalami penurunan bertelur.  Padahal minggu kemarin, masih ada kandang yang bertelur 100%, 98% dan 90%.  Sisanya berkisar antara 75-80%.   Turun setiap hari rata-rata 10% sampai ke titik nadir.  Baca selanjutnya…

Masih Akan Menggiurkankah Beternak Puyuh?

Dari tulisan yang berfokus pada perhitungan sederhana analisis beternak puyuh, khususnya dari analisis model dari Puyuh Jaya, yang memberikan keuntungan sekitar Rp 6 Juta ditambah puyuh apkir senilai Rp 3,2 Juta untuk satu tahun dan 2000 ekor puyuh, maka dengan jumlah tersebut, setiap ekor puyuh yang dipelihara dan dibeli, memberikan kontribusi dalam satu tahun sebesar Rp 6 juta dibagi 2000 puyuh = Rp 3000 per puyuh selama 12 bulan. Baca selanjutnya…

Seberapa Minggiurkankah Beternak Puyuh?

Menggiurkankah berternak puyuh untuk menghasilkan telur puyuh?

Sederhananya, mari kita hitung dengan cara sederhana pula. Baca selanjutnya…

Menentukan Telur Bakal Jadi Bibit Jantan atau Betina

Ingin menetaskan telur sendiri?

Ya, mengapa tidak !.  Penghematan biaya bisa untuk memulai beternak bisa dimulai oleh sebuah mesin tetas.   Saya membuat sendiri mesin tetas untuk puyuh dengan biaya sekitar 800 ribu untuk kapasitas 800 butir telur.  Baca selanjutnya…

Hari-hari Pertama Menetaskan Telur Puyuh

Sekitar jam 15.30, tanggal 7 Mei 2013 pagi saya masuk ke tempat penetasan telur puyuh.  Terdengar suara halus dari dalam telur puyuh yang sedang ditetaskan.  Ini adalah hari ke 17 atau ke 18 puyuh di dalam mesin tetas semi otomatis Baca selanjutnya…

Daur Ulang Ekstrem, Ubah Kotoran Jadi Makanan

Dikutip dari : http://sains.kompas.com/read/2012/11/22/20250749/Daur.Ulang.Ekstrem.Ubah.Kotoran.Jadi.Makanan?
EDINBURGH, KOMPAS.com – Howard Bell, peneliti dari Food and Environmental Research Agency di Inggris punya solusi ekstrem untuk mengatasi masalah pakan hewan. Ia mengusulkan daur ulang kotoran menjadi makanan hewan dengan bantuan belatung. Baca selanjutnya…

Hanya Mesin Giling Daging Yang Dipakai Serbaguna

Satu-satunya mesin pengolah pakan yang saya punya hanyalah mesin giling daging.  Kalau mesin gilingnya saja harganya sekitar 350 ribu (ukuran cukup besar) ditambah dengan motor dinamo, dan alat pemutar (puli), maka harganya mencapai 1.35-1.4 juta rupiah (Ini harga di Bandung).  Dalam beberapa menit satu kilogram daging bisa digiling.  Dengan alat ini pula, saya mengolah pakan, membuat tepung ikan, menggiling kulit telor, atau menggiling kulit kacang hijau/kecambah. Baca selanjutnya…

Bau dan Warna Pakan, Cermin Kualitas !.

Begitu saya tunjukkan ini lho pakan buatan saya. Reaksinya seorang peternak adalah, coba lihat dan dia langsung mencium baunya. Agak sedikit terperangah juga ketika saya katakan bahwa dengan pakan ini dan perangsang telur yang saya gunakan, maka produktifitas ayam yang saya beli meningkat dari 40% menjadi rata-rata 70-80% bahkan pernah dalam satu hari mencapai 90%. Baunya memang tidak amis, dan warnanya juga kurang menantang. Agak kusam. Baca selanjutnya…